You are here
Home > Berita > Sungai Sampah Desa Trangkil Resahkan Warga

Sungai Sampah Desa Trangkil Resahkan Warga

www.wartapantura.com_PATI,Siapa saja yang melintasi Sungai Kalongan Desa/Kecamatan Trangkil turut Desa Sambilawang, Kecamatan Trangkil, Pati, niscaya akan segera menutup hidungnya. Hal tersebut, dikarenakan aroma anyir yang dikeluarkan dari limbah pabrik gula di Trangkil bercampur dengan sampah warga.

“Bau busuknya itu loh, sumpah bikin ingin muntah dan pusing kepala setiap lewat jalan ini. Apalagi saat cuaca panas, baunya semakin menyengat. Jadi, setiap lewat sini pasti saya tutup hidung,” tutur pelintas Lutfi (26) warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, kemarin (26/9).

Selain mengeluarkan aroma busuk, genangan sampah bercampur limbah industri itu, bisa menimbulkan segala penyakit disegala musim. Disamping itu, sampah berlebih tersebut bisa mengakibatkan pendangkalan dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir, saat musim penghujan.

Melihat membludaknya sampah di sungai tersebut, Kepala Desa Sambilawang Mustain, melakukan pencegahan dengan cara merevitalisasi sungai di daerahnya. Hal itu dilakukan, agar aliran air disungai tersebut bisa lancar hingga ke muara laut.

“Kalau sungai Kalongan di daerah kami sudah bersih, berbeda disebalah barat turut Desa/Kecamatan Trangkil disana sampah masih banyak. Ya, kami bersama warga melakukan kerja bakti membersihkan sungai setiap kali sungai kelihatan kotor,” jelasnya.

Imbuh Mustain, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan para Kepala Desa turut sungai Kalongan, agar warga mereka tidak membuang sampah di sungai. Tapi, tidak ada tindak lanjut dari para pemerintah desa lainnya.

“Setiap tahun bukannya berkurang, sampah malah semakin bertambah. Terpaksa, kami melakukan tindakan pencegahan, yakni memasang jaring di sungai agar sampah itu tidak sampai ke desa kami,” keluhnya.

Tindakan tersebut, dilakukan Mustain untuk menghindarkan warganya dari musibah yang ditimbulkan dari sampah. Pasalnya, Desa Sambilawang adalah desa terdekat dari bibir pantai. Jika, sampah yang setiap hari bertambah itu sampai di laut Sambilawang, tentunya warga yang mayoritas petani garam dan nelayan itu akan kehilangan mata pencahariannya.

“Saya berharap agar pihak pemerintah desa lain, mengimbau warganya untuk tidak membuang sampah di sungai. Ya, buang sampah ditempatnya lah, bukan sungai. Kalau begini kan ekosistem dapat terganggu, kan dari air yang kotor juga bisa timbul penyakit,” pungkasnya.
exo_prie

Leave a Reply

Top