You are here
Home > Berita > Lukisan Kaligrafi Daun Sirsak

Lukisan Kaligrafi Daun Sirsak

wartapantura.com_PATI, Bagi kebanyakan orang limbah daun sirsak biasanya hanya akan menjadi sampah dan dibakar agar tidak mengotori lingkungan, namun ditangan seorang seniman asal Pati Jawa Tengah limbah daun sirsak tersebut bisa digunakan sebagai bahan yang bermanfaat untuk membuat lukisan kaligrafi selain harganya mencapai jutaan rupiah lukisan kaligrafi dari tulang daun sirsak ini juga berhasil mendapatkan penghargaan dari museum rekor Indonesia muri.
Siapa sangka daun sirsak yang jika mengering akan menjadi sampah organik ini dapat diolah menjadi bahan baku lukisan kaligrafi yang unik dan bernilai jual tinggi, adalah Ratna Septi Anggraheni warga desa Winong kecamatan Pati kota Kabupaten Pati Jawa Tengah yang berhasil mengolah daun sirsak menjadi lukisan kaligrafi.
Untuk membuat lukisan kaligrafi dari tulang daun sirsak prosesnya yaitu terlebih dahulu pisahkan serat daun sirsak dengan tulang daun menggunakan cairan kimia yang dicampur dengan pewarna setelah itu daun sirsak hasil rendaman cairan kimia tersebut diangin anginkan selama beberapa jam hingga mengering dan muncul warna yang dikehendaki selanjutnya tempelkan dua lembar daun sirsak menjadi satu agar daun jadi tebal.
Setelah itu buat sketsa huruf arab dari kertas karton dan selanjutnya dipotong potong hingga membentuk huruf hijaiyah sesuai dengan kaligrafi yang akan dibuat tempelkan potongan daun sirsak ke kertas karton menggunakan lem kayu, proses selanjutnay buat sketsa tulisan arab di atas sebuah kayu triplek.Setelah itu tempelkan huruf arab dari potongan kertas karton yang telah ditempeli daun sirsak tersebut ke kayu tripek sesuai dengan sketsa tulisan arab yang dibuat tadi agar lukisan tampak menarik dan terlihat tiga dimensi taburkan potongan daun sirsak ke media tripek untuk menciptakan gradasi warna yang unik.
Nah….. lukisan kaligrafi dari tulang daun sirsak pun siap untuk dipajang untuk membuat lukisan kaligrafi daun sirsak ini selain dibutuhkan ketelitian juga dibutuhkan tingkat kesabaran yang tinggi meski mengaku tidak mengalami kesulitan dalam proses pembuatannya namun ratna dalam sepekan hanya mampu memproduksi satu lukisan tulang daun sirsak dengan ukuran kecil, untuk ukuran yang lebih besar bisa mencapai waktu dua hingga tiga sepekan.
Kerumitan karya ini menjadikan tinggi nilai seni dan harga jualnya satu lukisan kaligrafi dari tulang daun sirsak ini dibanderol dengan harga mulai dari satu juta rupiah hingga dua puluh juta rupiah harga dipengaruhi luas lukisan dan tingkat kerumitan.Dengan kreatifitasnya tersebut pada tahun 2009 Ratna mendapat penghargaan dari museum rekor Indonesia atau muri sebagai pelukis dengan berbahan dasar tulang daun sirsak, penghargaan tersebut tentu semakin mengukuhkan bahwa kreatifitas ratna memang memiliki keunikan.
Exo_prie

Leave a Reply

Top