You are here
Home > Berita > Jaga Komitmen Air Di Tambakromo

Jaga Komitmen Air Di Tambakromo

wartapantura.com, PATI- Warga Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati memperingati detik-detik Proklamasi bukan hanya dengan upacara bendera. Namun kali ini, peringatan HUT Kemerdekaan RI diisi dengan musyawarah bersama dengan investor pabrik semen yang direncanakan akan didirikan di wilayah mereka.
Sejumlah karyawan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) yang dipimpin Manajer CSR & Security Division Sahat Panggabean, melakukan kunjungan di Desa Mojomulyo, Kecamatan Tambakromo, Rabu (17/8) kemarin.
Kedatangan para karyawan Indocement ke desa setempat, untuk bersilahturahmi dan melakukan musyawarah dengan warga terkait rencana pendirian pabrik semen di wilayah Kecamatan Tambakromo dan Kayen.
Perwakilan PT Indocement Sahat Panggabean selaku Manajer CSR & Security Division PT Indocemen mengatakan, berdirinya pabrik semen di Kabupaten Pati akan dapat memperbaiki kualitas hidup riil masyarakat di waktu yang akan datang. “Warga tidak perlu takut akan adanya kerusakan lingkungan, terutama kekhawatiran ketersediaan air,” ujar Sahat.
Menurut Sahat, untuk membangun pabrik semen di Kabupaten Pati, pihak PT Indocement sudah sangat matang dalam hal perencanaanya, termasuk dalam pembuatan amdal lingkunganya. “Semuanya sudah dianalis soal penanggulangan kerusakan lingkungan setelah ditambang, karena PT Indocement sangat konsen dalam hal kelestarian lingkungan,” papar Sahat.
Sahad menjelaskan, saat ini sudah banyak program CSR dari PT Indocement yang sudah disalurkan kepada masyarakat, termasuk kepada warga yang tinggal di wilayah Kecamatan Tambakromo. Seperti bantuan pembuatan instalasi air bersih di Desa Maitan.
Bantuan CSR Indocement yang disalurkan pada tahun 2013 sampai saat ini, masih digunakan warga desa setempat untuk mencukupi kebutuhan air bersihnya. Hal itu dilakukan terutama warga yang tinggal di Dukuh Pager Gunung, Desa Maitan.
Sebelum ada bantuan dari CSR ini, warga dukuh setempat harus mengambil air sejauh hampir 3 km. Namun setelah ada bantuan dari CSR, warga tidak perlu repot-repot untuk mengambil air, karena instalai air bersih yang di bangun PT Indocement terus mengaliri sedikitnya 300 rumah warga di dukuh setempat meski kemarau panjang sekalipun.
“Desa Maitan ini termasuk daerah yang tanahnya kering dan tandus. Jika musim kemarau banyak warga yang kekeringan dan kesulitan air bersih. Karena itu, kami dari CSR Indocement pada tahun 2013 memberikan bantuan Instalasi air bersih untuk warga,” ungkap Sahad.

Mengenai kisah sukses memperbaiki perairan masyarakat, sebenarnya telah lama diungkapkan Indocement. Bukan hanya sistem embung dan peningkatan pasokan air dalam bentuk janji-janji saja. Namun sudah puluhan tahun di beberapa wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan, konsep pelestarian dan pengelolaan air di Pati mereka terapkan.
Ada yang menarik dari kontribusi perusahaan bluechip di pasar modal Indonesia ini. Mereka tidak sekedar menyumbang atau membangun pencitraan karitatif searah: perusahaan beri uang atau fasilitas ke warga. Namun juga membangun partisipasi bersama agar sistem air tersebut dapat berumur panjang dan dinikmati oleh makin banyak warga sekitar.
Di awal, mereka membangun instalasi sarana air bersih berupa penyediaan dan pemasangan pipa. Lalu membangung sistem pompa dan bak penampungan. Di titik ini banyak perusahaan berhenti.
Tapi justru INTP melanjutkan lagi upayanya dengan membangun sistem kolektifitas yang dapat melestarikan dan mengelola air bersih tersebut secara mandiri dan berkelanjutan. Untuk pengelolaan dan pengendalian air, warga memasang meteran air di masing-masing rumah. Dan warga saling berembuk soal perawatan sistem tersebut secara musyawarah.
Sementara itu, Dian Mayasari seorang perempuan keturunan Samin dari Desa Maitan, menjadi salahsatu kisah suksesnya. Dian yang kini diakui publik sebagai local hero “Gerakan Lestari Air untuk Masyarakat”, akhirnya berhasil mengelola air.
Saat ia memperoleh bantuan dari CSR Indocement, Dian bersama suami dan kerabatnya memikirkan cara untuk mengalirkan air ke rumah penduduk Dusun Pager Gunung, Desa Maitan. Dan akhirnya sudah tiga tahun ini, terkait air di dusunnya menjadi jauh lebih baik dan memperbaiki kualitas kehidupan warga.
“Air bersih selalu jadi hal penting bagi warga dimanapun. Berbagai program CSR kami di pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosbud dan keagamaan akan menjadi jauh lebih efektif di saat infrastruktur air di masyarakat telah tertangani dengan layak,” jelas Sahat di Tambakromo.
Tak heran, kini program Sarana Air Bersih yang dijalankan Indocement di banyak daerah Jawa dan luar Jawa diakui oleh publik. Pada tahun 2015 INTP mendapatkan penghargaan Platinum Sustainable Development Goals, yang diselenggarakan oleh Corporate Forum for Community Developmentdan Kementerian Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan.
Pelajaran pentingnya, keberhasilan memperbaiki air bukan hanya membutuhkan bantuan perusahaan sesaat. Namun komitmen bersama untuk mengelolanya, baik itu masyarakat, tokoh mayarakat, kepala daerah, maupun CSR perusahaan itu sendiri. exoguz_prie

Leave a Reply

Top