You are here
Home > Berita > Dorong Revisi Perda RTRW, Warga Kendeng Geruduk DPRD

Dorong Revisi Perda RTRW, Warga Kendeng Geruduk DPRD

Wartapantura.com _ PATI, Perjuangan tanpa lelah untuk menolak berdirinya pabrik semen terus ditunjukkan warga Kendeng. Usai menginap di Alun-alun Kota Pati, ribuan peserta aksi long march, Jumat (20/5) pagi mendatangi Kantor DPRD Pati.
Kedatangan warga yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) langsung ditemui anggota Komisi C DPRD Pati. Puluhan perwakilan pendemo akhirnya menggelar audensi bersama pukul 06.30 WIB di Ruang Paripurna.
Ketua JMPPK, Gunretno menyatakan maksud kedatangan mereka untuk mendorong revisi Perda No. 5 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Pihaknya berharap Pati selatan dikembalikan sebagai kawasan pertanian dan pariwisata.
“Ini sebagai upaya jemput bola dari masyarakat jelang revisi Perda RTRW. Polemik ini kan sudah terjadi sejak 2007. Saat itu Pati selatan ditetapkan sebagai kawasan pertanian dan pariwisata, tapi tahu-tahu berubah menjadi kawasan industri dan pertambangan tanpa ada sosialisasi,” jelasnya.
Saat diubah menjadi kawasan industri dan pertambangan pada 2011, sambung Gunretno, banyak data lingkungan yang dihilangkan.
“Jika didata secara jujur, banyak sumber mata air di Pati selatan yang bisa menjadi dasar untuk mengembalikan wilayah selatan sebagai wilayah pertanian,” imbuhnya.
Sementara, Ketua Komisi C DPRD Pati Awi menyambut baik masukan dari warga Kendeng. Menurutnya, aspirasi dari warga akan tetap diperjuangkan dalam revisi Perda RTRW nantinya.
“Kami berterima kasih atas kedatangan warga. Namun yang perlu diketahui saat ini draf revisi raperda masih berada di bappeda,” tutur Awi.
Namun Awi juga mengingatkan, revisi Perda harus mengacu pada aturan diatasnya seperti Pergub dan Permen ESDM RI.
“Perda disusun mengacu dengan aturan diatasnya. Selama tidak bertentangan akan tetap kami perjuangkan. Namun, jika bertentangan kami juga tidak bisa apa-apa,” tandasnya.
Diketahui, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional pada tgl 20 Mei, ribuan warga dari Kecamatan Sukolilo, Kayen dan Tambakromo menggelar aks i long march sejauh 20 kilometer. Mengambil start dari komplek Makam Nyai Ageng Ngerang Tambakromo, ribuan massa ini mengakhiri perjalanan di Alun-alun Kota Pati.
Exo_ prie

Leave a Reply

Top