You are here
Home > Berita > Tuntut Keadilan Ribuan Warga Kendeng Kembali Gelar Aksi Long March

Tuntut Keadilan Ribuan Warga Kendeng Kembali Gelar Aksi Long March

Tuntut Keadilan, Ribuan Warga Kendeng Kembali Gelar Aksi Long March

wartapantura.com_ PATI,Bertepatan dengan malam menjelang Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada 20 Mei, besok, ribuan warga Kendeng menggelar aksi long march. Aksi yang mereka namai Ngrungkebi Bumi Mina Tani ini, akan menempuh perjalanan sepanjang 20 kilometer.

Sekitar pukul 08.00 WIB, ribuan massa yang getol menyuarakan penolakan pendirian pabrik semen di Pegunungan Kendeng tersebut, memulai perjalanan dari komplek makam Nyai Ageng Ngerang, Tambakromo.

“Ini sekaligus memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Perjalanan kami akan menuju Alun-alun Kota Pati,” ujar Sri Wiyani, salah satu peserta aksi long march asal Tambakromo, Kamis (19/5).

Aksi ini, terang Sri, betujuan untuk mendorong DPRD Pati untuk merevisi Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Mereka menilai, Perda ini tidak berpihak kepada warga Kendeng yang merasakan dampak langsung jika pabrik semen jadi didirikan di wilayahnya.

Dalam aksi ini, mereka berjalan sembari menggunakan pencahayaan dengan obor dan menyanyikan tembang Jawa berbalut kalimat tahlil, dan diiringi suara gendang. Tembang Jawa itu dilantunkan untuk keselamatan dunia pertanian di Kabupaten Pati.

”Kami tak bosan-bosannya mengingatkan para pemangku kekuasaan mengingatkan terutama majelis hakim PTUN Surabaya, agar memegang prinsip keadilan, dengan mengacu pada bukti-bukti di lapangan. Serta dampak kehidupan petani dan lingkungan di masa depan,” pintanya.

Aktivis perempuan ini menegaskan, pertambangan semen di Pegunungan Karst Kendeng Utara berpotensi memutus fungsi karst sebagai pendistribusi air melalui gua. Bila distribusi air terputus menyebabkan mata air hilang dan pemulihan seperti sediakala sulit.

“Untuk itulah kami meminta para anggota Dewan untuk merevisi Perda RTRW,” imbuhnya.

Sementara menanggapi digelarnya aksi long march, Direktur Utama PT Indocement Christian Kartawijaya mengatakan, isu pembangunan pabrik semen yang merusak lingkungan dan mengancam kehidupan petani merupakan kebohongan besar.

”Yang perlu warga ketahui, kami berbeda dengan penambang lain yang cenderung liar. Kami punya aturan yang ketat untuk kelestarian lingkungan dalam menambang. Kami tidak pernah menambang pada area yang ada mata airnya. Kami produksi dengan sistem dry process. Kami pastikan tidak mengambil mata air. Itulah yang membedakan kami dengan penambang liar. Itu terbukti ,” ungkap Christian.

Lanjutnya, Indocement dikenal sebagai salah satu perusahaan tertua yang telah beroperasi selama 40 tahun dengan teknologi yang ramah lingkungan. Hal itu dibuktikan dengan pengakuan Industri Hijau Level 5 yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian untuk seluruh pabriknya di Citeureup, Cirebon dan Tarjun. Indocement adalah perusahaan Indonesia pertama yang mendapat pengakuan Certified Emission Reduction dari PBB dalam Framework Convention on Climate Change Sejak 2008 lalu.

“Faktanya, semua lahan sawah dan ladang di lokasi pabrik kami tidak terjadi kekeringan. Tetap subur dan berproduksi dengan bagus. Ini adalah visi pemberdayaan masyarakat dan lingkungan yang kami jalankan dengan nyata sejak dulu,” tegas Christian.

Menurutnya, Indocement selalu menghadirkan Program Lestari Air bagi masyarakat Pati. Meskipun saat ini pabrik belum dibangun, program ini sudah meraih penghargaan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Budaya Tingkat Nasional 2015 dengan predikat tertinggi, Platinum.

“Itu terbukti, dengan diraihnya MDGs Award dalam kategori program pelayanan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan oleh Indocement pada 2012 lalu.
exo_prie

Leave a Reply

Top