You are here
Home > Berita > Ditangkapnya Yasuri di Demak Apa Hubungan Dengan Pembunuhan di Pati

Ditangkapnya Yasuri di Demak Apa Hubungan Dengan Pembunuhan di Pati

Wartapantura.com, PATI Kabupaten Pati dalam sehari, Jumat (13/5) ini, digegerkan dengan penemuan dua mayat. Masing-masing berjenis kelamin perempuan dan laki-laki. Keduanya sama-sama diduga tewas karena dibunuh.
Satreskrim Polres Pati menemukan dua mayat di tempat terpisah. Mayat seorang perempuan yang teridentifikasi bernama Harsiwi binti Kasmidi berusia 45 tahun. Alamat RT 004 RW 001 Kaborongan Kelurahan Pati Lor Kecamatan Pati Kota, Pati Jawa Tengah ditemukan di saluran irigasi kebun tebu di Wedarijaksa, Pati Jawa Tengah dan mayat seorang pria yang teridentifikasi bernama Supono (35), nelayan asal Desa Tlogo, Kecamatan Sulang, Rembang Jawa Tengah yang ditemukan di teras rumah seorang warga di Desa Ketip Kecamatan Juwana, Pati Jawa Tengah.
Kapolsek Wedarijaksa, AKP Sulistyaningrum menyatakan mayat tersebut memiliki ciri-ciri menggenakan kaos tanpa lengan warna hitam dan bergaris. Mengenakan celana panjang warna hitam serta ikat rambut hitam. “Korban meninggal dalam posisi tangan terikat kain selendang berwarna merah. Sedangkan mulut dibungkam dengan kain warna hitam putih. Wajah jenazah juga terdapat luka,” ucapnya. Pihak kepolisian terus memburu pelaku. Sedangkan untuk barang bukti, polisi juga mengamankan selendang, pakaian dan beberapa barang lain yang ditemukan saat olah TKP.
Sedangkan mayat kedua yang ditemukan tewas di depan teras rumah seorang warga bernama Reban, Desa Ketip RT 002 RW 004, Kecamatan Juwana, Pati, Jumat (13/5) dini hari. Supono diduga tewas karena dibunuh. Hal itu terlihat dari luka bagian kening kepala sepanjang sembilan sentimeter dan lebar enam sentimeter. Serta memar pada bibir bagian atas, gigi bawah depan patah, luka gores pada leher yang diduga akibat cekikan. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dengan pelaku dan motif pembunuhan.
“Kami masih mendalami motif pelaku,” ujar Kapolsek Juwana, AKP Sumarni, Jumat(13/5).
Saksi Sukardi, menyatakan pada Jumat pukul 00.05 wib, ia dihubungi kenalannya, Wahyu berkali-kali namun tidak dijawab karena tengah tertidur. Kemudian, Wahyu mengetuk pintu rumahnya.
“Setelah saya buka pintu rumah, ada dua orang yakni Wahyu dan Yasuri. Mereka merupakan anak buah kapal saya,” terang Sukardi. Setelah itu, Wahyu menyuruh Sukardi untuk melihat kondisi Supono dan segera menolongnya. “Wahyu mengatakan Supono tulungi sik. Sing ngerti sekabehane Sus (Supono tolongi dulu, yang tahu kejadiannya Sus),” imbuhnya. Selanjutnya, Sukardi melihat korban tergeletak di halaman teras tetangganya dan kedua orang tersebut Wahyu dan Yasuri cepat-cepat meninggalkan tempat dengan menggunakan mobil Xenia warna silver. Menurutnya, Sus merupakan anak buah kapal miliknya juga bersama Wahyu dan Yasuri. Melihat Supono tergeletak, ia mengecek, sudah dalam keadaan tak bernyawa. “Saya bergegas mengecek kondisinya. Tapi, ia sudah meninggal. Saya langsung menghubungi kepala desa dan melaporkannya pada petugas Polsek Juwana,” terangnya.
Kasatreskrim Polres Pati, AKP Agung Setyobudi menyatakan masih mendalami kasus pembunuhan yang melibatkan dua orang itu. Diduga pelaku memiliki keterkaitan terhadap dua pembunuhan itu. Tempat di mana dua mayat tersebut ditemukan berjarak sekitar tujuh kilometer. “Kami belum bisa menyimpulkan apakah keduanya memiliki keterkaitan atau tidak. Akan kami dalami dahulu termasuk motifnya apa,” terangnya

Leave a Reply

Top